Senin, 15 November 2010

"ANAK JALANAN"

Posted by Maulana Syarif HIidayatulloh in - 0 komentar

Makan apa aja yang ada,minumpun apa aja yang ada,baju Cuma yang merekat di tubuh,saat panas kepanasan,saat dingin kedinginan.. itulah kehidupan dari para anak – anak jalanan.
Anak jalanan di Indonesia sangat banyak sekali,khususnya di ibu kota Indonesia yaitu DKI Jakarta,yang seharusnya orang hidup makmur bukan malah menjaditempat yang menyedihkan untuk anak jalanan. Mereka mungkin untuk jajan selayaknya anak – anak pun tidak bisa,jangankan jajan, untuk makan saja mereka susa,tiga kali sehari saja sudah sangat bersyukur. Kehidupan anak – anak ini sangat tidak layak,mereka tidur di pinggir jalan atau di kolong jemmbatan yang beralaskan kardus atau pun koran,mereka saat cuaca panan kepanasan,mereka kedinginan saat cuaca hujan,dan memakai pakaina yang hanya merekat di tubuh. Tidak seperti kita yang mampu,yang asyik tidur dengan AC atau kipas yang sejuk,kasur dan bantal yang empuk,dan dengan atap yang meneduhkan kita.
Mereka pergi mencari uang dengan cara mengamen atau dengan cara minta – minta. Itupun mereka masih tersiksa karena mesti kucing – kucingan dengan oknum tertentu. Padahal mereka mencari makan dengan cara yang halal. Mereka tidak mencuri,jika mereka tidak makan kepedulian oknum trsebut apakah ada???. Bahkan kehidupan mereka yang sangat menyedihkan untuknya ini,ada oknum tertentu yang ingin membangun gedung kantor yang sudah mewah dengan fasilitas – fasilitas yang sama sekali tidak perlu.
Dalam hatipun mereka menangis,merintih dengan melihat anak yang lain hidup dengan bahagia,mempunyai orang tua yang sangat sayang kepadanya. tidak seperti mereka yang hidup di jalan,mereka di paksa mencari uang dengan umur yang sangat sangat belum pantas mencari nafkah,dan bisa di bilang masih bayi.
          Sedikit cerita dari saya. Di waktu saya pergi jalan,saat di lampu merah ada seorang anakkecil dengan umur sekitar 4 sampai 7 tahun. Ia suadah di suruh ke tengah jalan raya besar oleh orang tuanya,dengan memegang botol yang berisi pasir untuk mencari uang. Anak kecil itu meminta ke saya, “Kak bagi uit dong kak!!!” dengan nada anak kecil. Saya pun memberinya,dan saat itu saya membawa air minum di dasboard motor matik saya,dia bilang, “Kakak oleh minta itu gak??”, saya bilang “Minta apa?”, sambil senyum. “Minta ail minumnya!!”,dengan nada gak punya dosa. Sambil ketawa saya berikan air minum tersebut. Dia minta sesuatu lagi,“Kak aku minta gelangnya dong kak!!!”,saya  pun bilang sambil ketawa “Wah,kalo ini ga bisa ini gelang kenang – kenangan de”,dia bilang “yaaaaaaaahhhh!!” dengan wajah lucunya. “Emang ade minta uang untuk apa?”,tanya saya. “Untuk di kumpulin,untuk ketemu bapak!!”jawabnya. “Loh!!!,emang bapaknya dimana???” heran.”Itu tuh di kampung Jawa!”dengan polosnya. “Hm???Di sana???”menunjuk arah rumah saya,karena ada kampung bernama kampung jawa.”Ukan!!kampung jawa!!” Jawa yang di maksud adalah daerah sekitar Jogja,dan di sanalah bapaknya berada. Anak sekecil itu meminta – minta untuk bertemu ayahnya. Sedih melihat wajah lucunya yang polos,saya memberi uang yang lebih lagi untuknya,dan orang – orang pun senyum melihat dia bicara. Orang – orang itu pun turun untuk memberi uang kepadanya. Tersenyum lebarlah dia dengan wajah tanpa beban,dan dia berkata “ Celima kacih kakak!!!!!!” dengan mata tertutup dan mulut yang tertawa sangat lucu,lalu lari menuju ibunya.  “^-^”

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Partners

About